01 April 2008

Motor & Mobil Hangus Tabrakan di Simpang Niru

Minggu, 30 Maret 2008 - 15:24 wib
Arpan Rachman - Okezone
Seorang pengendara sepeda motor Suzuki Smash BG 3112 TD, Atmo (18), warga Desa Kuripan, Kecamatan Rambang Dangku, melaju kencang dari arah Muara Enim menuju Prabumulih. Ia membawa jeriken bahan bakar minyak jenis bensin yang diikat ke boncengan.

----------------------
berita ini baru saya baca di okezone cuma judulnya aslinya "Motor & Mobil Hangus Tabrakan di Muara Enim" padahal kejadiannya sangat jauh dari muara enim

karena beritanya baru, hanya saya tampilkan link-nya, takut dimarahin yang punya(okezone)

http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/03/30/1/95982/motor-mobil-hangus-tabrakan-di-muara-enim

Kucing Kurus Mandi di Papan

(sahilin & siti rohmah)

kucing kurus mandi di papan
mandi di papan lah kayu jati
badan kurus bukan dek makan
kurus karene lah susah ati(♀)


entek entek udang di api
anting anting di dalam payak
lagi kecik lah ndak belaki
nanak secanting lagi lom pacak(♂)


biar belom mandi di unak
asalkan mandi sambil berenang
biar belom pacak betanak
asalkan jadi lah same dengan(♀)


umak umak belikan sagu
aku kepengen makan pek empek
umak umak cakahkan aku
aku nih malak lah tidok dewek(♂)


kalu malak makan pek empek
ambeklah sagu buat tekwan
kalu malak lah tidok dewek
ingatlah dalu peloklah bantal(♀)


alangkeh panjang pengerak ayam
pegi ke lebak ngambek kelepok
tinggallah siti yang kurus panjang
aku mencari yang gemok libok(♂)


betuah nian bunge kelepok
ingat ke tebing lah ratas panjang
betuah nian yang gemok libok
dapat sahilin yang kurus panjang(♀)


jangan ke laut sambil nyemberang
nyemberang payu sambilan mandi
jangan ase sahilin kurus panjang
panjang ini gancang nyudahi(♂)


ulak ke tebing ke sungai due
ke talang maseh lah ke seberang
ulak sahilin anaknye tige
ditengah jalan ndak ngaku bujang(♀)


ndak kemane lah parang panjang
pegi menebang lah batang jering
banyak lah nian denganlah diam
nonton siti tekurus kering(♂)


alangkeh lurus lah kau papan
ndak dibuat lantai jerami
sahilin kurus bukan dek makan
ibarat budak kurang vitamin(♀)


entek entek udang di api
angkul angkul di dalam payak
lah gi kecik ndak belaki
nanak sebakul lagi lom pacak(♂)


sayang ke ume ke paye lacak
padiku abes dimakan burung
aku lah tau dengan dek galak
duetku abes rasan ndak urung(♀)


pucuk pisang dibawah jantung
jantung idak bebuah lagi
biar di tetak biar di pancung
ngapelah dengan ndak ngubah janji(♂)


makmane nian kite ndak mandi
pegi lah mudik ke sungai due
makmane nian kite ndak jadi
aman badan lah sudeh tue(♀)


buah salak didalam jale
alangkeh banyak pisang bejantung
aman dek galak aku dek pule
idaklah buruk barang tegantung(♂)


maseh lah lemak bebuah jagung
padang lah lipas di padang temu
maseh lah lemak buruk tegantung
buruk tekapar dimakan semut(♀)


pegi kelaut mandinye nyelam
pegi nyemberang nak masang bubuh
janganlah dengan salah anggapan
buruk tegantung namenye lampu(♂)


aman jadi ke sungai due
pegi ke ulu lah ke seberang

kalu lah jadi lah same tue
paling banyak ngadu belakang(♀)


alangkeh banyak ikan seluang
ikan seluang banyak paesan
kalu lah ngadu tulang belakang
same beumeh kite dek ngetam
(♂)


sangkan laju pegi nyemberang
pegi ke ulu betanam kacang
sangkan laju kite dek ngetam
ari kemarau lah tige bulan(♀)


kucing kurus mandi di papan
mandi di papan lah kayu jati
kalu kemarau lah tige bulan
aman dek benar ngajak nyusahi(♂)


sangkan laju betanam padi
laman bebar panjang sekali
sangkan telaju nyusahi ati
karene beras mahal sekali(♀)


oi makmane care ndak mandi
udang banyak di pinggir tebing
wahai makamne care ndak jadi
utang lah banyak ume lah kering(♂)

------------------
bagi yang ingin mendengarkan silahkan berkunjung ke MP ilmanzuhriyadi(lihat contact)
berdurasi 14:25

24 March 2008

Telegu = Mencium Jauh

Televisi(tele=jauh, vision=lihat), artinya menonton jarak jauh

Telepon(tele=jauh, phone=suara), artinya berbicara jarak jauh

Telegraf(tele=jauh, graph=huruf), artinya menulis jarak jauh

Teleskop(tele=jauh, scope=ruang), artinya melihat ruang jarak jauh

Bertele-tele, artinya berbicara panjang lebar,

Kalau bau kentut tercium dari jauh disebut ..............
Telegu


nb:
telegu adalah binatang hutan berbulu mirip kucing(bukan kucing hutan), mempunyai cara pertahanan dengan mengeluarkan bau yang sangat tajam bahkan menurut sebagian orang rumput yang terkena kentut telegu akan langsung mati

19 March 2008

Masa Keemasan Perkaretan Tanah Air

Kalau sebelumnya konsumen karet alam dunia sebagian adalah Amerika Serikat, negara Eropa dan Jepang, belakangan permintaan paling besar justru datang dari negara China setelah negara tersebut membangun insfrastruktur jalan raya seperti jaringan jalan-jalan tol yang luar biasa. Tersedianya prasarana jalan darat yang demikian telah melahirkan kebutuhan kendaraan bermotor.

Meningkatnya jumlah kendaraan bermotor maka meingkat pula permintaan akan ban kendaraan tersebut yang akhirnya melahirkan pabrikan-pabrikan kendaraan bermotor di negara tersebut yang membutuhkan jumlah karet alam yang meningkat pesat. Walaupun tersedianya sejumlah karet sentetis tetapi untuk ban kendaraan bermotor tetap kualitasnya lebih baik karet alam, dimana tingkat elastisitasnya lebih baik atau tingkat kekeyalan ban itu yang lebih baik.

Produsen karet alam dunia terbesar saat ini masih dipegang Thailand, menyusul Indonesia dan Malaysia. Kalau dilihat luasan kebun karet maka Indonesia berada tingkat teratas, tetapi kalau melihat jumlah produksi Indonesia kalah dengan Thailand, lantaran di negara tersebut kebun karet kebanyakan di kelola skala kebun besar oleh pemerintah. Sementara di Indonesia kebun karet terbesar justru dikelola oleh rakyat biasa dengan skala kebun yang kecil sehingga tingkat produksi juga terbatas.

Melihat kenyataan tersebut maka sudah seharusnya pemerintah Indonesia memperhatikan perkebunan karet ini dengan skala besar pula agar Indonesia menjadi pengekspor karet alam terbesar dunia.Produksi karet alam Indonesia saat ini memasuki masa keemasan dengan harga jual mencapai 2,8 dollar AS per kilogram (kg) atau harga tertinggi dalam sejarah perkaretan di tanah air.

-------------------
Library : Kompas

10 March 2008

Batangari yang Rasanya Manis


Saya sempat tidak percaya ketika pertama kali diberitahu sepupu saya kalau air batangari Benuang didekat kebunnya rasanya manis, dengan penasaran saya ikuti dia menuju batangari tapi sebelumnya kami mencari umbi yang harus dimakan sebelum masuk ke batangari tersebut.

Setelah melepas pakaian sambil mandi saya mulai menelan air sedikit sambil merasakan dengan lidah, ternyata benar air batangari tersebut berasa manis walaupun berpindah kebagian yang lain tetap saja manis semua.

Sehabis mandi, saya disuruh merasakan air putih yang ada di sudung ternyata sama airnya manis, akhirnya saya diberitahu bahwa bukan airnya yang manis tapi umbi yang kami makan tadi yang menyebabkan rasa manis pada semua air yang diminum.

Umbi tersebut tumbuh liar didalam hutan, tingginya hanya satu jengkal mirip bibit salak, umbinya berwarna putih tapi terdapat biji hitam kecil-kecil didalamnya, masyarakat setempat menyebutnya rendingan, ketika dimakan tidak terasa manis, manisnya terasa ketika minum air dan bertahan agak lama sebelum akhirnya hilang sendiri.

--------------
ketika saya berkunjung ke dusunlaman.net ternyata memuat tentang rendingan ini tapi dengan nama tahi(
Curculigo latifolia)


06 March 2008

Sejarah Teater Tradisional Dulmuluk

Dari manakah dulmuluk berasal? Ada beberapa versi tentang sejarah teater tradisional yang berkembang di Sumatera Selatan itu. Satu versi yang sering disebut- sebut, teater ini bermula dari syair Raja Ali Haji, sastrawan yang pernah bermukim di Riau.

Penyair dan anggota Asosiasi Tradisi Lisan Sumatera Selatan, Anwar Putra Bayu, di Palembang, mengungkapkan, salah satu syair Raja Ali Haji diterbitkan dalam buku Kejayaan Kerajaan Melayu. Karya yang mengisahkan Raja Abdul Muluk itu terkenal dan menyebar di berbagai daerah Melayu, termasuk Palembang.


Seorang pedagang keturunan Arab, Wan Bakar, membacakan syair tentang Abdul Muluk di sekitar rumahnya di Tangga Takat, 16 Ulu. Acara itu menarik minat masyarakat sehingga datang berkerumun. Agar lebih menarik, pembacaan syair kemudian disertai dengan peragaan oleh beberapa orang, ditambah iringan musik.


Pertunjukan itu mulai dikenal sebagai
dulmuluk pada awal abad ke-20. Pada masa penjajahan Jepang sejak tahun 1942, seni rakyat itu berkembang menjadi teater tradisi yang dipentaskan dengan panggung. Saat itu dulmuluk


Grup teater kemudian bermunculan dan
dulmuluk tumbuh dan digemari masyarakat. ”Dulmuluk menarik karena menampilkan teater yang lengkap. Ada lakon, syair, lagu-lagu Melayu, dan lawakan. Lawakan, yang biasa disebut khadam, sering mengangkat dan menertawakan ironi kehidupan sehari- hari masyarakat saat itu,” kata Anwar Putra Bayu.


Ketua Umum Himpunan Teater Tradisional Sumsel Muhsin Fajri menilai, pementasan
dulmuluk selalu ditunggu masyarakat karena akting di panggung dibawakan secara spontan dan menghibur, bahkan penonton juga bisa merespons percakapan di atas panggung. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Melayu dan bahasa Palembang.


Perjalanan
dulmuluk mulai surut sejak tahun 1990-an, ketika alternatif hiburan semakin banyak, terutama melalui televisi dan film layar lebar. Teater tradisi itu semakin merosot setelah orang yang menggelar hajatan lebih memilih pertunjukan organ tunggal. Akhirnya, dulmuluk seperti kehabisan energi, kehilangan pamor, dan tidak mampu bangkit lagi.


Pada masa akhir pemerintahan orde baru di desa baturaja kecamatan rambang dangku pertunjukan dulmuluk sempat dihidupkan lagi, semua perlengkapan disediakan golkar sebagai sponsor tunggal, tentu saja pakaiannya ditambah gambar pohon beringin.


Walaupun rata-rata pemainnya adalah orang tua, hampir setiap malam ada latihan dulmuluk yang memang sudah jarang mereka mainkan, ketika dulmuluk masih berjaya hampir setiap ada pesta pernikahan di sekitar kecamatan rambang dangku kelompok dulmuluk desa baturaja selalu di tanggap semalam suntuk, namun sekarang belum ada yang berusaha menghidupkan kembali seni teater tradisional tersebut sejak tumbangnya pemerintahan orde baru

--------------------
Library : Bermula dari Syair Raja Ali Haji, kompas 03 Maret 2006

01 March 2008

Ilok Pule

buah kepayang dimakan lemak
ilok pule ditanak minyak
alangke alap lah bujang tunak
ilok dibuat lah mantu umak


buah salak banyak dibeli
buah setaun lah due kali
amanlah galak kebile lagi
tunggu setaun lah lame ige


jalan jalan ke pagar jati
dusun dililit bukit barisan
duduk menung berdiri menung
lambat betemu lah betangisan


banyaklah kandis di desa lintang
buah pelam dimakan ulat
banyak gadis desa lematang
bujangnye alap di kota lahat


buah kueni padanglah bindu
anju belanju ke pagar jati
kamilah ini sedang merindu
rindulah berat didalam hati
-----------------------

lagu ini bisa di download (versi mp3) di http://ilmanzuhriyadi.multiply.com

18 February 2008

Candi Bumi Ayu

sumber : indonesia.go.id

Sebagai upaya mendukung program visit musi 2008, berikut ini saya tampilkan artikel yang memuat berita tentang candi yang terdapat di pesisir sungai lematang, di hilir desa siku sebagai desa paling hilir dari kecamatan rambang dangku. dengan kata lain suksesnya candi bumi ayu sebagai tujuan wisata akan berpengaruh pada perkembangan rambang dangku.

Baru baru ini sedang dibangun dan diperlebar jalan dari teluk lubuk menuju tanah abang yang melewati bebarapa desa di rambang dangku sepanjang aliran sungai lematang sebagai salah satu akses menuju kawasan candi bumi ayu.

Candi ini merupakan satu-satunya Kompleks Percandian di Sumatera Selatan, sampai sekarang tidak kurang 9 buah Candi yang telah ditemukan dan 4 diantaranya telah dipugar, yaitu Candi 1, Candi 2, Candi 3 dan Candi 8. Usaha pelestarian ini telah dimulai pada tahun 1990 sampai sekarang, dengan didukung oleh dana APBN. Walaupun demikian peran serta Pemerintah Kabupaten Muara Enim cukup besar, antara lain Pembangunan Jalan, Pembebasan Tanah dan Pembangunan Gedung Museum Lapangan. Percandian Bumiayu meliputi lahan seluas 75,56 Ha, dengan batas terluar berupa 7 (tujuh) buah sungai parit yang sebagian sudah mengalami pendangkalan.

Objek Wisata Candi Bumi Ayu terletak di Desa Bumiayu Kecamatan Tanah Abang jarak antara kota Muara Enim sekitar 85 Km ditempuh dengan kendaraan darat.

Candi Bumi Ayu pada saat ini masih dalam proses pengkajian dan pemugaran, sehingga belum banyak informasi yang dapat diketahui, sedangkan informasi tertulis dari Candi tersebut masih dalam proses dipahami oleh Tim Pengkajian Peninggalan Purbakala
Propinsi Sumatera Selatan.

12 February 2008

Musim Terbaik Laskar Wong Kito

Minggu, 10 Februari 2008 - 21:46 wib
Hendra Mujiraharja - Okezone (www.okezone.com)

BANDUNG - Musim ini merupakan musim terbaik milik Sriwijaya FC (SFC). Betapa tidak, pasukan Rahmad Darmawan (RD) itu mampu menciptakan sejarah dengan menyabet dua gelar dalam satu musim di kompetisi nasional.

SFC sukses menyabet gelar juara Liga Indonesia, setelah mengalahkan PSMS Medan dengan skor 3-1 di babak final yang berlangsung di Stadion Jalak Harupat, Minggu (10/2/2008) malam WIB.

Ini merupakan gelar kedua buat SFC. Sebelumnya, Laskar Wong Kito juga menyabet gelar Copa Indonesia usai di babak final menumbangkan Persipura Jayapura melalui titik penalti. Praktis, prestasi ini merupakan yang pertama dilakukan oleh sebuah klub di Ligina meraih dua gelar sekaligus dalam satu musim.

SFC sendiri berdiri pada tahun 1976. Klub yang bermarkas di Stadion Jakabaring, Palembang Sumatera Selatan ini memang dari awal sudah dijagokan menjadi juara. Apalagi, sejak manajemen Laskar Wong Kito merekrut RD sebagai pelatih mereka.

Untuk meraih gelar juara, RD langsung merekrut beberapa pemain yang pernah bekerja sama dengannya di Persipura Jayapura. Christian Warobay, Charis Yulianto dan Christian Lenglolo merupakan beberapa pemain yang direkrut. Alhasil perlahan namun pasti, SFC mampu berprestasi di ajang kompetisi Indonesia.

Laskar Wong Kito pantas berpesta di Bandung. Tapi sayang meski menjadi juara di Copa Indonesia dan Ligina, Keith ?Gumbs? Kayamba dkk harus bersedih. Pasalnya, SFC gagal ke pentas Liga Champions Asia (LCA) karena keteledoran Federasi Sepakbola Indonesia (PSSI).

Selamat atas keberhasilan kalian Laskar Wong Kito!!


Berikut profil lengkap SFC:

Nama lengkap : Sriwijaya Football Club Palembang

Julukan : Laskar Wong Kito

Didirikan : 1976

Alamat : Kompl. Palembang Square, Jl. Angkatan 45/ Jl. POM IX No. R-130

Stadion : Stadion Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia.

Kapasitas : 40.000

Ketua Umum : Syahrial Oesman

Sekretaris : H. Musyrif Suwardi

Bendahara : Candra Antono

Manajer : H. MC. Baryadi, SE, MM

Pelatih : Rahmad Darmawan

Asisten Pelatih : Setyo Cipto

Dokter Tim : Kompol dr. Yanuar, S.pB

------------------------------------------
artikel ini saya arsipkan di blog ini agar teman sewaktu-waktu bisa mengingat sejarah baru dalam sepak bola indonesia.

ya, pertama dalam sejarah :
-double winner
-pemain terbaik dipegang pemaing asing
-club sumatera yang memenangkannya
-babak final tanpa penonton
-kostim berpola songket
-..............(tambahkan)

09 February 2008

Panen Temedak Tetangga

Yai punya banyak kebun temedak, salah satunya yang terdapat di talang dekat mes pertamina(dulu) namun tidak terurus karena letaknya jauh dan pohonnya hanya sedikit, dulunya kebunnya luas sebelum sebagian dibeli pertamina untuk dijadikan mes dan jalan.


Suatu hari setelah diberi tahu temedaknya berbuah, nyai menyuruh cucu cucunya mengambilnya, dengan membawa gerobak berangkatlah mereka menuju talang sesuai petunjuk nyai, sesampainya mereka disana langsung Fajri dan Hapis memanjat sedangkan yang lain mengumpulkan temedak yang dijatuhkan.


Ketika sedang asyik mengumpulkan, Bakrin melihat pohon temedak yang berbuah lebat yang belum sempat dipanjat, Bakrin langsung ikut memanjat walaupun sempat heran karena pohon yang dia panjat seperti terawat, melihat ada pohon yang lebih lebat yang lain mengikuti Bakrin hingga gerobak penuh, mereka lupa pesan nyai supaya jangan memanjat pohon yang kelihatan terawat dan berbuah lebat.


Sedang asyik mengumpulkan temedak, datanglah mang Bakot seraya berkata :
”hoi!.. turun, temedak ini punya saya, yang punya nenek kalian sebelah sana”


Peyi, Sidik dan Ruli yang masih kecil langsung lari ketakutan sedangkan yang lain turun dari pohon dan menghampiri mang Bakot sambil minta maaf, setelah tahu orang-orangnya dia langsung percaya bahwa itu bukan kesengajaan, Fajri dan Hapis baru pertama kali ke kebun ini, Peyi, Sidik dan Ruli masih anak-anak, sedangkan Bakrin hanya cucu jauh yang kebetulan disuruh nyai ikut, seandainya saya ikut walaupun saya pernah kesana tapi berhubung tidak ada pagar pembatas kemungkinan bakal terlibat.


Tak mau bertele tele mang Bakot menyuruh gerobak beserta isinya diantar kerumahnya, sambil berpesan supaya urusan diselesaikan nanti sore dirumahnya. Sepanjang perjalanan pulang mereka membuang sebagian buah temedak karena mereka pikir kalau disuruh mengganti sesuai jumlan temedak yang dipetik berarti bisa mengurangi hitungan.


Sore harinya Tudin disuruh nyai ke rumah mang Bakot untuk mencari pemecahan terbaik, ternyata mang Bakot tidak sejahat yang mereka kira, dia hanya mengambil sebagian buah temedak yang sudah tua sisanya dikembalikan lagi, mereka akhirnya menyesal sudah membuang sebagian isi gerobak dalam perjalanan pulang tadi.


*temedak=cempedak, sejenis nangka tapi lebih kecil seperti guling bayi
*dikemudian hari, anak tertua mang Bakot menjadi adik ipar Tudin dan Hapis

01 February 2008

Pangkalan Umbak

Keribanganku

ngamben ambung balek nei ume

Kebayak singkat

betis ilok dipandang mate


gades lah dusun

ngambek tehung balek nei ume

Meniti jambat

ayek jernih muare bangke


*

Ilok lah gumbaknye

Tebal lah alesnye

kebual lok haman masak

Mandi di pangkalan umbak


**

Ahi lah petang

gades mandi sambel betembang

Betembang ghindu

kakang balek adeng lah nunggu


***

Kite bedue

same same ke humah riye

Untuk rencane

idup behumah tangge

(ke....)

*

**

***

*

---------------------------

lagu ini bisa di download di ilmanzuhriyadi.multiply.com

23 January 2008

Perbedaan Asam Kandis dan Sunti

Asam kandis asam gelugur

Ketiga asam siriang riang

Menangis badan dipintu kubur

Teringat badan tidak sembahyang


Itulah sebaris pantun bari yang dulu sangat populer, namun tidak semua orang mengenal bumbu asam tersebut, bagi masyarakat rambang dangku selain asam jawa sebagai bumbu asam yang bisa disimpan sampai lama juga mengenal sunti dari asam kandis.


Asam kandis adalah buah dari tumbuhan hutan yang kulit buahnya seperti rambai tapi lebih tebal, buahnya bergetah dan berbiji banyak tentu saja bukan termasuk keluarga mangga yang berbiji tunggal.


Saya pernah menemukan sunti dalam masakan padang yaitu kepala ikan mas sayur kesukaanku, tapi mereka menyebutnya asam kandis bukan sunti. Penasaran saya coba (lagi-lagi) googling dengan keyword asam sunti, hasilnya hampir tiap daerah mengartikannya secara berbeda, malaysia membahasnya lengkap dengan photo kulit buah rambai, aceh mengartikannya sebagai belimbing wuluh, daerah lain mengartikan sebagai mangga hutan bahkan ada yang tertukar menerangkan antara asam kandis, asam gelugur dan asam sunti.


Sebenarnya sunti adalah semua buah asam yang sudah dipotong atau dibelah kemudian di jemur sampai kering dan keriput, namun karena tiap daerah punya selera berbeda sehingga buah yang dijadikan sunti berbeda pula, misalnya masyarakat rambang dangku mengenal sunti sebagai asam kandis yang sudah kering. Seperti rusip yang diartikan wisatawan domestik yang berkunjung ke Babel sebagai fermentasi ikan teri(?), padahal tidak cuma ikan teri, masyarakat rambang dangku lebih sering membuat rusip pakai ikan sepat.


Selain asam jawa dan sunti untuk memberikan rasa asam pada masakan ada juga asam yang digunakan dalam keadaan segar seperti jeruk nipis, belimbing besi(wuluh), kulit buah rambai juga asam kandis yang belum dikeringkan.