13 May 2008

Memanggil dan Mengusir Binatang

Masyarakat rambang dangku punya cara sendiri dalam memanggil dan mengusir binatang, berikut ini yang masih bisa saya ingat.

Memanggil binatang :

kambing, kendek...kendek...

bebek, irik...irik...

ayam, kerrr..kerrr...

anjing, kuyuk...kuyuk...

khusus untuk sapi biasanya punya nama sendiri sehingga dipanggil menggunakan namanya, kebanyakan sapi dipanggil si koneng, mungkin karena warna kulitnya mayoritas kuning.

Mengusir binatang :

kambing, buak!

Bebek / ayam, syioh!

Kucing, cipas!

Burung pipit, ahat…ehet

Kata kata usiran tersebut juga bisa menjadi kata kerja, misalnya mbuakke kambing artinya mengusir kambing, nyipaske kucing dll.

Selain itu ada beberapa mantera yang sering di ucapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti :

abang abang mateari, puteh itam mateku

(merah merah matahari, putih hitam mataku)

setelah berjam-jam mandi di sungai, membuat mata menjadi merah. Nah... mantera ini di ucapkan untuk mengembalikan mata merah menjadi normal.

Kuyuk...kuyuk...aman beteme ku capakke

(kuyuk...kuyuk...kalau ketemu akan saya buang)

mantera ini diucapkan sambil mencari barang yang hilang, kalau barang yang dicari akhirnya ditemukan, tentu saja tidak akan dibuang.

situ lalang, sini ayek

(disana rumput ilalang/alang-alang, disini sungai)

Mantera untuk mengusir asap,

05 May 2008

Bujang Alap

Siape name bujang alap tunak itu
Oi ilok nian oi alap nian
Alangkan senang aman die behusek
Ke humah adeng dimalam ini

Marilah kakang behusek ke humah kami
Adengkan senang dibuseki malam
Tunggulah kudai adeng kan buat kupi
Maen ke humah kite becerite

Dimalam ini
kite bekance
Ngerawai saje
tetawe tawe

Dikde disangke
dikde diduge
Kite bedue
lah jadi kance

01 May 2008

Jembatan Teluk Lubuk Gunakan ”Double” T

MUARAENIM, SRIPO(25 Januari 2005) —
Kita patut berbangga hati. Pasalnya, jembatan Teluk Lubuk-Muaraenim merupakan jembatan rangka baja pertama kali di Indonesia menggunakan teknologi balok beton pracetak pra-tegang berpenampang “Double T” dan keenam dalam pemasangan eksternal prestressing. Diharapkan bisa menjadi sumbangan berharga bagi dunia kontruksi jembatan di Indonesia, kata Dirut PT MHP (Musi Hutan Persada) Ir H Joedarsono Djojosoebroto, MMA, Senin (24/1) dalam kunjungan peresmian Gubernur Sumsel, Ir Syahrial Oesman, MM di Desa Teluk Lubuk-Muaraenim.

Menurut Joedarson, jembatan Teluk Lubuk yang membentang di atas Sungai Lematang sepanjang 140 meter sudah dioperasikan sejak 16 April 1987 lalu berkontruksi rangka baja Australia dan lantai jembatan dari beton konversional. Namun akibat faktor umum dan tingginya frekuensi pemakaian pada pertengahan Februari 2004, jembatan mengalami keretakan di lantai mengakibatkan kendaraan bertonase berat tidak bisa lagi melewatinya karena dikhawatirkan memperparah kerusakan.

Karena pentingnya manfaat jembatan bagi masyarakat Muaraenim khususnya, PT MHP bersama PT Pertamina DOH Sumbagsel berinisiatif membentuk konsorsium guna merehabilitasi jembatan Teluk Lubuk di bawah bimbingan Dinas PU Bina Marga Sumsel. Setelah itu, pihaknya menunjuk PT Yodya Karya (persero) untuk meneliti sisa kekuatan jembatan esisting melibatkan balai jembatan dan bangunan pelengkap jalan, Puslitbang Transportasi, Departemen Kimpraswil Bandung dan PU Bina Marga Sumsel.

Hasil penelitian yang digelar Mei-Juni 2004 menunjukkan ada kerusakan pada lantai jembatan. Rusak parah, banyak baut yang longgar, chamber ketiga rangka baja banyak berkurang dan rangka baja jembatan lainnya hanya mampu memikul 70 persen beban. Lalu diadakan perbaikan peningkatan kapasitas muatan kontruksi rangka baja Australia di setiap bentang sistem eksternal prestressing, pengantian kelurahan lantai jembatan dengan balok beton pracetak prategang berpenampang “Double T”, penggantian dudukan jembatan dengan elastorribearing pad, penggantian dan pengencangan baut rangka baja, perbaikan beton kepala jembatan dan kepala pilar serta pemasangan ruberr strip, jelas Dirut.

Ditambahkannya, perbaikan jembatan Teluk Lubuk dimulai Agustus 2004 hingga Januari 2005 oleh PT Nidya Karya (persero) menelan dana Rp 4.930.219.000 terdiri dari PT MHP Rp 3.930.219.000 dan PT Pertamina (persero) Rp 1 Miliar. PT MHP juga menutupi biaya jasa konsultan Rp 415 juta dan biaya pembuatan jembatan darurat (ponton) Rp 3,150 miliar. Gubernur Sumsel, Ir Syahrial Oesman dan Bupati Muaraenim, H Kalamudin Djinab, SH menghimbau seluruh masyarakat menjaga dan memelihara jembatan agar benar-benar bermanfaat.

14 April 2008

Ikan Sepat Laut Hidup di Sungai

Ketika bulan purnama tiba, guratan guratan dibulan seperti membentuk gambar, menurut orang orang tua dulu gambar tersebut adalah seorang nenek yang sedang memancing ikan sepat, kalau sampai ikan sepat tersebut memakan umpan dan kena pancing maka akan terjadi kiamat. Tentu saja cerita tersebut cuma dongeng, namun fakta bahwa ikan sepat memang jarang kena pancing adalah benar.

Bagi masyarakat Rambang Dangku ikan sepat ada dua jenis, ikan sepat bermata merah yang biasanya disebut sepat mate abang atau disebut juga sepat pinggir, sedangkan sepat yang lebih besar disebut sepat siam, saya tidak tahu apakah benar benar dari negeri siam(Thailand) atau hanya sekedar nama seperti nangke belande(sirsak), jambu Bangkok ataupun petai cine.

Suatu hari saya mendengar percakapan teman saya dengan pegawai pertamina (atau kontraktornya, tidak ada bedanya) dengan bahasa Indonesia seadanya saat mereka sedang mancing di pinggir sungai lematang, yang menarik perhatian saya adalah ketika dia mem-bahasa Indonesia-kan nama sepat siam menjadi sepat laut, bagi orang yang mengerti bahasa daerah sekitar mungkin bisa menangkap maksudnya, tapi bagi orang jawa mungkin timbul pertanyaan “sepat laut kok hidupnya di sungai”.

Masyarakat setempat mengartikan laut sebagai bagian tengah dari sungai dan sebagai antonimnya adalah pinggir yaitu bagian tepi sungai yang berbatasan dengan daratan, sehingga ketika teman saya tersebut bercerita tentang sepat dan dia bisa mem-bahasa Indonesia-kan sepat mate abang menjadi sepat mata merah atau sepat pinggir namun dia bingung mengartikan sepat siam sehingga memakai lawan kata pinggir menjadi laut sehingga sepat siam menjadi sepat laut.

12 April 2008

Nugal Ngambek Ari

Budaya gotong royong memang sangat kental dalam masyarakat timur, salah satunya adalah dalam acara nugal, musim kemarau adalah saat musim nugal, yaitu acara menanam padi di ume(huma) talang yang dilakukan secara bergotong royong dengan cara melubangi tanah dengan alat tugal kemudian di isi dengan benih padi, dalam satu hari biasanya ada dua atau tiga ume yang di tugal, tiap anggota keluarga biasanya dibagi-bagi menyebar untuk ikut masing masing ume.

Pertama kali saya ikut nugal ketika disuruh Nyai ikut nugal ngambek ari di ume Mang Romli, sistem ngambek ari seperti arisan, dalam kasus ini Nyai sebagai peserta arisan mendapat undangan dari orang yang mengadakan acara nugal, kalau pada hari yang sama Nyai mendapat undangan dari tiga orang, sangat tidak mungkin Nyai memenuhi ketiga undangan tersebut maka Nyai akan mengirim orang sebagai wakilnya.

Orang orang yang membantu nugal di ume Mang Romli berbeda-beda kepentingannya, selain sanak keluarganya yang membantu menyiapkan kince, orang yang ngambek ari seperti saya, ada juga orang yang bayar nugal yaitu orang yang sudah lebih dulu mengadakan acara nugal dan Mang Romli (atau wakilnya) nugal ngambek ari pada orang tersebut, sehingga dia berkewajiban membayarnya dengan cara balas nugal.

Selain kelompok yang tersebut diatas ada juga peserta tak resmi, yaitu para bujang gadis yang mencari pasangan. Biasanya yang punya hajat sengaja mendatangkan keluarga atau teman anak gadisnya dari luar kampung untuk memancing datangnya peserta tak resmi tersebut, semakin cantik gadis tersebut semakin ramai bujang yang datang.

Karena baru pertama kali nugal, kulit telapak tangan saya langsung membengkak dan berair yang akhirnya pecah terkena gesekan kayu tugal, namun kemudian menjadi kapalan karena hampir setiap hari mengikuti acara nugal, baik untuk ngambek ari maupun bayar nugal

01 April 2008

Motor & Mobil Hangus Tabrakan di Simpang Niru

Minggu, 30 Maret 2008 - 15:24 wib
Arpan Rachman - Okezone
Seorang pengendara sepeda motor Suzuki Smash BG 3112 TD, Atmo (18), warga Desa Kuripan, Kecamatan Rambang Dangku, melaju kencang dari arah Muara Enim menuju Prabumulih. Ia membawa jeriken bahan bakar minyak jenis bensin yang diikat ke boncengan.

----------------------
berita ini baru saya baca di okezone cuma judulnya aslinya "Motor & Mobil Hangus Tabrakan di Muara Enim" padahal kejadiannya sangat jauh dari muara enim

karena beritanya baru, hanya saya tampilkan link-nya, takut dimarahin yang punya(okezone)

http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/03/30/1/95982/motor-mobil-hangus-tabrakan-di-muara-enim

Kucing Kurus Mandi di Papan

(sahilin & siti rohmah)

kucing kurus mandi di papan
mandi di papan lah kayu jati
badan kurus bukan dek makan
kurus karene lah susah ati(♀)


entek entek udang di api
anting anting di dalam payak
lagi kecik lah ndak belaki
nanak secanting lagi lom pacak(♂)


biar belom mandi di unak
asalkan mandi sambil berenang
biar belom pacak betanak
asalkan jadi lah same dengan(♀)


umak umak belikan sagu
aku kepengen makan pek empek
umak umak cakahkan aku
aku nih malak lah tidok dewek(♂)


kalu malak makan pek empek
ambeklah sagu buat tekwan
kalu malak lah tidok dewek
ingatlah dalu peloklah bantal(♀)


alangkeh panjang pengerak ayam
pegi ke lebak ngambek kelepok
tinggallah siti yang kurus panjang
aku mencari yang gemok libok(♂)


betuah nian bunge kelepok
ingat ke tebing lah ratas panjang
betuah nian yang gemok libok
dapat sahilin yang kurus panjang(♀)


jangan ke laut sambil nyemberang
nyemberang payu sambilan mandi
jangan ase sahilin kurus panjang
panjang ini gancang nyudahi(♂)


ulak ke tebing ke sungai due
ke talang maseh lah ke seberang
ulak sahilin anaknye tige
ditengah jalan ndak ngaku bujang(♀)


ndak kemane lah parang panjang
pegi menebang lah batang jering
banyak lah nian denganlah diam
nonton siti tekurus kering(♂)


alangkeh lurus lah kau papan
ndak dibuat lantai jerami
sahilin kurus bukan dek makan
ibarat budak kurang vitamin(♀)


entek entek udang di api
angkul angkul di dalam payak
lah gi kecik ndak belaki
nanak sebakul lagi lom pacak(♂)


sayang ke ume ke paye lacak
padiku abes dimakan burung
aku lah tau dengan dek galak
duetku abes rasan ndak urung(♀)


pucuk pisang dibawah jantung
jantung idak bebuah lagi
biar di tetak biar di pancung
ngapelah dengan ndak ngubah janji(♂)


makmane nian kite ndak mandi
pegi lah mudik ke sungai due
makmane nian kite ndak jadi
aman badan lah sudeh tue(♀)


buah salak didalam jale
alangkeh banyak pisang bejantung
aman dek galak aku dek pule
idaklah buruk barang tegantung(♂)


maseh lah lemak bebuah jagung
padang lah lipas di padang temu
maseh lah lemak buruk tegantung
buruk tekapar dimakan semut(♀)


pegi kelaut mandinye nyelam
pegi nyemberang nak masang bubuh
janganlah dengan salah anggapan
buruk tegantung namenye lampu(♂)


aman jadi ke sungai due
pegi ke ulu lah ke seberang

kalu lah jadi lah same tue
paling banyak ngadu belakang(♀)


alangkeh banyak ikan seluang
ikan seluang banyak paesan
kalu lah ngadu tulang belakang
same beumeh kite dek ngetam
(♂)


sangkan laju pegi nyemberang
pegi ke ulu betanam kacang
sangkan laju kite dek ngetam
ari kemarau lah tige bulan(♀)


kucing kurus mandi di papan
mandi di papan lah kayu jati
kalu kemarau lah tige bulan
aman dek benar ngajak nyusahi(♂)


sangkan laju betanam padi
laman bebar panjang sekali
sangkan telaju nyusahi ati
karene beras mahal sekali(♀)


oi makmane care ndak mandi
udang banyak di pinggir tebing
wahai makamne care ndak jadi
utang lah banyak ume lah kering(♂)

------------------
bagi yang ingin mendengarkan silahkan berkunjung ke MP ilmanzuhriyadi(lihat contact)
berdurasi 14:25

24 March 2008

Telegu = Mencium Jauh

Televisi(tele=jauh, vision=lihat), artinya menonton jarak jauh

Telepon(tele=jauh, phone=suara), artinya berbicara jarak jauh

Telegraf(tele=jauh, graph=huruf), artinya menulis jarak jauh

Teleskop(tele=jauh, scope=ruang), artinya melihat ruang jarak jauh

Bertele-tele, artinya berbicara panjang lebar,

Kalau bau kentut tercium dari jauh disebut ..............
Telegu


nb:
telegu adalah binatang hutan berbulu mirip kucing(bukan kucing hutan), mempunyai cara pertahanan dengan mengeluarkan bau yang sangat tajam bahkan menurut sebagian orang rumput yang terkena kentut telegu akan langsung mati

19 March 2008

Masa Keemasan Perkaretan Tanah Air

Kalau sebelumnya konsumen karet alam dunia sebagian adalah Amerika Serikat, negara Eropa dan Jepang, belakangan permintaan paling besar justru datang dari negara China setelah negara tersebut membangun insfrastruktur jalan raya seperti jaringan jalan-jalan tol yang luar biasa. Tersedianya prasarana jalan darat yang demikian telah melahirkan kebutuhan kendaraan bermotor.

Meningkatnya jumlah kendaraan bermotor maka meingkat pula permintaan akan ban kendaraan tersebut yang akhirnya melahirkan pabrikan-pabrikan kendaraan bermotor di negara tersebut yang membutuhkan jumlah karet alam yang meningkat pesat. Walaupun tersedianya sejumlah karet sentetis tetapi untuk ban kendaraan bermotor tetap kualitasnya lebih baik karet alam, dimana tingkat elastisitasnya lebih baik atau tingkat kekeyalan ban itu yang lebih baik.

Produsen karet alam dunia terbesar saat ini masih dipegang Thailand, menyusul Indonesia dan Malaysia. Kalau dilihat luasan kebun karet maka Indonesia berada tingkat teratas, tetapi kalau melihat jumlah produksi Indonesia kalah dengan Thailand, lantaran di negara tersebut kebun karet kebanyakan di kelola skala kebun besar oleh pemerintah. Sementara di Indonesia kebun karet terbesar justru dikelola oleh rakyat biasa dengan skala kebun yang kecil sehingga tingkat produksi juga terbatas.

Melihat kenyataan tersebut maka sudah seharusnya pemerintah Indonesia memperhatikan perkebunan karet ini dengan skala besar pula agar Indonesia menjadi pengekspor karet alam terbesar dunia.Produksi karet alam Indonesia saat ini memasuki masa keemasan dengan harga jual mencapai 2,8 dollar AS per kilogram (kg) atau harga tertinggi dalam sejarah perkaretan di tanah air.

-------------------
Library : Kompas

10 March 2008

Batangari yang Rasanya Manis


Saya sempat tidak percaya ketika pertama kali diberitahu sepupu saya kalau air batangari Benuang didekat kebunnya rasanya manis, dengan penasaran saya ikuti dia menuju batangari tapi sebelumnya kami mencari umbi yang harus dimakan sebelum masuk ke batangari tersebut.

Setelah melepas pakaian sambil mandi saya mulai menelan air sedikit sambil merasakan dengan lidah, ternyata benar air batangari tersebut berasa manis walaupun berpindah kebagian yang lain tetap saja manis semua.

Sehabis mandi, saya disuruh merasakan air putih yang ada di sudung ternyata sama airnya manis, akhirnya saya diberitahu bahwa bukan airnya yang manis tapi umbi yang kami makan tadi yang menyebabkan rasa manis pada semua air yang diminum.

Umbi tersebut tumbuh liar didalam hutan, tingginya hanya satu jengkal mirip bibit salak, umbinya berwarna putih tapi terdapat biji hitam kecil-kecil didalamnya, masyarakat setempat menyebutnya rendingan, ketika dimakan tidak terasa manis, manisnya terasa ketika minum air dan bertahan agak lama sebelum akhirnya hilang sendiri.

--------------
ketika saya berkunjung ke dusunlaman.net ternyata memuat tentang rendingan ini tapi dengan nama tahi(
Curculigo latifolia)


06 March 2008

Sejarah Teater Tradisional Dulmuluk

Dari manakah dulmuluk berasal? Ada beberapa versi tentang sejarah teater tradisional yang berkembang di Sumatera Selatan itu. Satu versi yang sering disebut- sebut, teater ini bermula dari syair Raja Ali Haji, sastrawan yang pernah bermukim di Riau.

Penyair dan anggota Asosiasi Tradisi Lisan Sumatera Selatan, Anwar Putra Bayu, di Palembang, mengungkapkan, salah satu syair Raja Ali Haji diterbitkan dalam buku Kejayaan Kerajaan Melayu. Karya yang mengisahkan Raja Abdul Muluk itu terkenal dan menyebar di berbagai daerah Melayu, termasuk Palembang.


Seorang pedagang keturunan Arab, Wan Bakar, membacakan syair tentang Abdul Muluk di sekitar rumahnya di Tangga Takat, 16 Ulu. Acara itu menarik minat masyarakat sehingga datang berkerumun. Agar lebih menarik, pembacaan syair kemudian disertai dengan peragaan oleh beberapa orang, ditambah iringan musik.


Pertunjukan itu mulai dikenal sebagai
dulmuluk pada awal abad ke-20. Pada masa penjajahan Jepang sejak tahun 1942, seni rakyat itu berkembang menjadi teater tradisi yang dipentaskan dengan panggung. Saat itu dulmuluk


Grup teater kemudian bermunculan dan
dulmuluk tumbuh dan digemari masyarakat. ”Dulmuluk menarik karena menampilkan teater yang lengkap. Ada lakon, syair, lagu-lagu Melayu, dan lawakan. Lawakan, yang biasa disebut khadam, sering mengangkat dan menertawakan ironi kehidupan sehari- hari masyarakat saat itu,” kata Anwar Putra Bayu.


Ketua Umum Himpunan Teater Tradisional Sumsel Muhsin Fajri menilai, pementasan
dulmuluk selalu ditunggu masyarakat karena akting di panggung dibawakan secara spontan dan menghibur, bahkan penonton juga bisa merespons percakapan di atas panggung. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Melayu dan bahasa Palembang.


Perjalanan
dulmuluk mulai surut sejak tahun 1990-an, ketika alternatif hiburan semakin banyak, terutama melalui televisi dan film layar lebar. Teater tradisi itu semakin merosot setelah orang yang menggelar hajatan lebih memilih pertunjukan organ tunggal. Akhirnya, dulmuluk seperti kehabisan energi, kehilangan pamor, dan tidak mampu bangkit lagi.


Pada masa akhir pemerintahan orde baru di desa baturaja kecamatan rambang dangku pertunjukan dulmuluk sempat dihidupkan lagi, semua perlengkapan disediakan golkar sebagai sponsor tunggal, tentu saja pakaiannya ditambah gambar pohon beringin.


Walaupun rata-rata pemainnya adalah orang tua, hampir setiap malam ada latihan dulmuluk yang memang sudah jarang mereka mainkan, ketika dulmuluk masih berjaya hampir setiap ada pesta pernikahan di sekitar kecamatan rambang dangku kelompok dulmuluk desa baturaja selalu di tanggap semalam suntuk, namun sekarang belum ada yang berusaha menghidupkan kembali seni teater tradisional tersebut sejak tumbangnya pemerintahan orde baru

--------------------
Library : Bermula dari Syair Raja Ali Haji, kompas 03 Maret 2006

01 March 2008

Ilok Pule

buah kepayang dimakan lemak
ilok pule ditanak minyak
alangke alap lah bujang tunak
ilok dibuat lah mantu umak


buah salak banyak dibeli
buah setaun lah due kali
amanlah galak kebile lagi
tunggu setaun lah lame ige


jalan jalan ke pagar jati
dusun dililit bukit barisan
duduk menung berdiri menung
lambat betemu lah betangisan


banyaklah kandis di desa lintang
buah pelam dimakan ulat
banyak gadis desa lematang
bujangnye alap di kota lahat


buah kueni padanglah bindu
anju belanju ke pagar jati
kamilah ini sedang merindu
rindulah berat didalam hati
-----------------------

lagu ini bisa di download (versi mp3) di http://ilmanzuhriyadi.multiply.com