Pembauran dari marga Empat Petulai Dangku dan marga Rambang Niru menjadi kecamatan di kabupaten Muara Enim propinsi Sumatera Selatan
23 July 2008
Hobby baruku
Novelnya terdiri dari empat seri(tetralogy), novel pertama Laskar Pelangi berkisah tentang 10 anak satu kelas dari SD sampai SMP Muhammadiyah dengan segala suka dukanya, kenakalan dan kegilaan yang diceritakan dengan indah.
Novel kedua Sang Pemimpi bercerita tentang perjuangan tiga sahabat dalam mewujudkan mimpi mereka, berjuang membiayai sekolah(SMA) dengan keringat sendiri, kekompakan, kesetiakawanan yang tinggi, hingga akhirnya Arai dan Ikal pergi merantau dibekali celengan kuda oleh Jimbron yang memilih kerja di peternakan di kampung sendiri.
Novel ketiga Edensor adalah kisah Arai dan Ikal yang berkelana di negeri orang, kisah pencarian cinta ikal kepada A ling, gadis yang memberikannya novel sebagai tanda perpisahan, novel tersebut menceritakan keindahan sebuah desa yang akhirnya desa tersebut ditemukan ikal.
Novel keempat Maryamah Karpov yang sudah ditunggu-tunggu penggemar karya Andrea kabarnya tidak akan keluar sebelum Film Laskar Pelangi tayang, Filmnya sendiri kabarnya akan ditayangkan saat libur lebaran, film yang dibintangi Cut Mini, Tora Sudiro, Alex Komang beserta bintang-bintang baru dari anak-anak belitung mengambil setting di lokasi asli Belitung Timur.
Kita tunggu tanggal tayangnya, bagi yang belum baca, harus baca novelnya, karena Riri Reza yang mensutradarainya akan membuat cerita film berbeda dengan versi novel.
12 June 2008
Ting… Ting… Perutku Genting
“sabar nak, emak baru saja mau menanam bibit padi” sahut ibunya
“Ting… ting… perutku genting karena tidak makan” ucap si anak lagi setelah beberapa hari kembali menagih.
“sabar nak, sekarang padi baru berbuah, emak harus menjaga padi” bujuk ibunya
“Ting… ting… perutku genting karena tidak makan” rintih si anak semakin lemah
“sabar nak, emak mulai ngetam nanti langsung emak jemur”
“Ting… ting… perutku genting karena tidak makan” rintihan anaknya semakin tidak terdengar.
“sabar nak, gabahnya sudah kering nanti emak giling”
“Ting… ting… perutku genting karena tidak makan”
“sabar nak, berasnya sudah jadi nanti langsung emak masak biar kamu bisa makan nasi”
Bujuk ibunya cemas
“tapi mak, perut saya tambah genting…maaak…”
“ting……”
Walaupun dongeng tersebut sering diceritakan sewaktu saya masih kecil tetapi saya tak pernah tahu maksud dongeng tersebut, bisa jadi hanya menggambarkan proses yang panjang terjadinya nasi supaya anak anak lebih menghargai arti sebutir nasi.
Bisa juga menggambarkan kesabaran ibu dan anak, atau kalau sekarang bisa juga menggambarkan pemerintah yang ingin memakmurkan rakyatnya namun sebelum itu terwujud rakyatnya sudah mati duluan, atau bahkan tidak berarti apa apa hanya sekedar pengantar tidur si buyung atau lelucon kosong
06 June 2008
Ringke Nian
Ringke nian
Cipt : Usman Urha
Semenjak nginak dengan
Aku jadi penasaran
Sehingge aku ribang
Nggok dengan ringke nian
Reff…
Gaya dan rupe dengan
Ringke alap menawan
Ati rase tetawan
Tesirak dipikiran 2x
Sukar nuntut bandingan
Lok dengan ringke nian
Pecayelah padeku
Aku sayang nggok dengan
Walau s’ribu penghalang
Kasih saying dek luak
Puas aku berayau
Kesane sini medang
Lah banyak yang ku ribang
Dekde ringke lok dengan
02 June 2008
Mencari Sumber Air
16 May 2008
Revitalisasi Sistem Marga Wujud Demokrasi Lokal
Oleh : Harry Truman*
Awal tahun ini Asosiasi Advokat Konstitusi meminta Makamah Kontitusi
Hadirnya SK Gubernur tersebut sangat dipengaruhi oleh UU No. 5 Tahun 1979 tentang Pemerintahan Desa. Dalam UU 5/1979 ini secara tegas mengarah pada hegemonisasi bentuk dan susunan Pemerintahan Marga dengan corak nasional (Jawa) yaitu desa. Sehingga terjadi konversi Marga ke dalam struktur desa yang merupakan model pengorganisasian masyarakat menurut sistem Jawa.
Dalam SK yang diterbitkan pada tanggal 24 Maret 1983 tersebut menyatakan, pertama pembubaran sistem marga di Sumatera Selatan. Kedua, Pasirah (pemimpin Marga) dan semua instrumen Marga dipecat dengan hormat. Ketiga, dusun, didalam sebuah Marga, diganti dengan desa sesuai dengan definisi yang ada pada UU No.5/1979. Keempat, Kerio sebagai kepala dusun, akan menjadi kepala desa yang akan ditunjuk melalui pemilihan kepala desa sesuai dengan UU No.5/1979.
Apa yang dilakukan oleh Asosiasi Advokasi Kontitusi diatas mungkin merupakan sebuah langkah awal dari sisi hukum formal untuk merevitalisasi sistem marga di Sumatera Selatan. Sebelumnya, berbagai desakan juga muncul misalnya dari Dewan Pembinan Adat Sumatera Selatan kepada Gubernur Sumatera Selatan yang saat itu dijabat oleh Rosihan Arsyad untuk segera mencabut SK tersebut. Dewan Pembina Adat menilai bahwa sistem Pemerintahan Marga secara historis telah membuktikan terjaminnya kesejahteraan rakyat dibanding dengan sistem lain yang pernah atau yang sedang berlaku dewasa ini. Namun ada juga beberapa kalangan yang menilai kembali ke sistem Pemerintahan Marga merupakan pemikiran yang dipengaruhi oleh sisa-sisa feodal yang hidup di era kolonialisme dan tidak sesuai lagi dengan era reformasi sekarang ini.
Namun perlu dipahami bahwa Marga sudah lama menjadi bagian dari identitas dan basis kehidupan masyarakat lokal di Sumatera Selatan. Sebagai entitas self-governing community, Marga mempunyai seperangkat hukum adat untuk mengelola hubungan sosial; seperti adat hak waris, pernikahan, gotong-royong, penyelesaian konflik antar warga adat, nilai-nilai penghargaan etnis pendatang, tata cara menjaga wilayah tanah (kedaulatan) masyarakat adat, membagi sumberdaya ekonomi secara komunal dan adil serta mengatur sistem Pemerintahan lokal secara otonom.
Demokrasi Dalam Sistem Marga
Sejak diberlakukannya UU No 5/1979 tentang Pemerintahan Desa maka terjadi konversi Marga ke dalam struktur desa yang merupakan model pengorganisasian masyarakat menurut sistem di Jawa. Konversi itu kemudian juga berdampak pada hancurnya identitas, kepemimpinan lokal, otonomi adat, serta pola hubungan sosial di tingkat Marga. Marga yang dulu tumbuh dan berkembang dengan kearifan lokal yang unik dan disokong berbagai perangkat kelembagaan dan kekuasaan yang khas, diubah menjadi desa yang monoton.
Konversi itu juga telah menyebabkan terjadinya pergeseran gagasan demokrasi dalam Pemerintahan Marga. Demokrasi Marga yang dulu dibingkai dengan tiga tata kelola yaitu tata kerama (fatsoen), tata susila (etika) dan tata cara (aturan main) atau rule of law yang dihasilkan dari kontak sosial masyarakat, menjadi demokrasi yang hanya mengandalkan kompetisi politik belaka. Para pemimpin dan masyarakat Marga hanya melihat bahwa demokrasi akan berjalan apabila terjadi kompetisi yang bebas, partisipasi masyarakat, pemilihan secara langsung dengan prinsip one man one vote.
Revitalisasi Sistem Pemerintahan Marga
Moment untuk revitalisasi sistem Pemerintahan Marga sebenarnya telah terbuka lebar bagi masyarakat di Sumatera Selatan. Sejak diberlakukannya Undang-Undang No. 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah (sekarang menjadi UU No.32 Tahun 2004) telah memberikan inspirasi baru bagi komunitas adat di seluruh tanah air. Beberapa daerah kemudian dengan sangat baik mampu memanfaatkan momentum ini, misalnya dengan memberlakukan kembali sistem Pemerintahan Nagari di Sumatera Barat, Gampong di Aceh dan lain sebagainya.
Namun sistem marga di Sumatera Selatan sampai saat ini belum menunjukkan tanda-tanda akan diterapkan lagi sebagai sistem Pemerintahan terendah di bumi Sriwijaya.
Dengan melakukan revitalisasi sistem pemerintahan Marga maka gagasan demokrasi yang selama ini dianut oleh masyarakat sebagai basis sosial ditingkat Marga akan terwujud.
Untuk menerapkan sistem marga ini, tentu harus juga dibarengi “good will" para elite lokal di Sumatera Selatan. Yang terpenting masyarakat juga harus melihat sistem marga ini sebagai identitas dan kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat Sumatera Selatan bukan sesosok “monster" yang menakutkan, yang sewaktu-waktu dapat merenggut kebebasan dan membalikan ide demokrasi ditingkat lokal.
*Mahasiswa Pascasarjana, Program Studi Ilmu Politik, Kosentrasi Politik Lokal dan Otonomi Daerah, UGM, Yogyakarta dan Staf Peneliti Pada Kajian Politik dan Pembangunan Kawasan, Center for Humanity and Civilization Studies (CHOICES)
Disunting dari http://adetaris.multiply.com/journal
Link
13 May 2008
Memanggil dan Mengusir Binatang
Memanggil binatang :
kambing, kendek...kendek...
bebek, irik...irik...
ayam, kerrr..kerrr...
anjing, kuyuk...kuyuk...
khusus untuk sapi biasanya punya nama sendiri sehingga dipanggil menggunakan namanya, kebanyakan sapi dipanggil si koneng, mungkin karena warna kulitnya mayoritas kuning.
Mengusir binatang :
kambing, buak!
Bebek / ayam, syioh!
Kucing, cipas!
Burung pipit, ahat…ehet
Kata kata usiran tersebut juga bisa menjadi kata kerja, misalnya mbuakke kambing artinya mengusir kambing, nyipaske kucing dll.
Selain itu ada beberapa mantera yang sering di ucapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti :
abang abang mateari, puteh itam mateku
(merah merah matahari, putih hitam mataku)
setelah berjam-jam mandi di sungai, membuat mata menjadi merah. Nah... mantera ini di ucapkan untuk mengembalikan mata merah menjadi normal.
Kuyuk...kuyuk...aman beteme ku capakke
(kuyuk...kuyuk...kalau ketemu akan saya buang)
mantera ini diucapkan sambil mencari barang yang hilang, kalau barang yang dicari akhirnya ditemukan, tentu saja tidak akan dibuang.
situ lalang, sini ayek
(disana rumput ilalang/alang-alang, disini sungai)
Mantera untuk mengusir asap,
05 May 2008
Bujang Alap
Oi ilok nian oi alap nian
Alangkan senang aman die behusek
Ke humah adeng dimalam ini
Adengkan senang dibuseki malam
Tunggulah kudai adeng kan buat kupi
Maen ke humah kite becerite
kite bekance
Ngerawai saje
tetawe tawe
dikde diduge
Kite bedue
lah jadi kance
01 May 2008
Jembatan Teluk Lubuk Gunakan ”Double” T
Kita patut berbangga hati. Pasalnya, jembatan Teluk Lubuk-Muaraenim merupakan jembatan rangka baja pertama kali di Indonesia menggunakan teknologi balok beton pracetak pra-tegang berpenampang “Double T” dan keenam dalam pemasangan eksternal prestressing. Diharapkan bisa menjadi sumbangan berharga bagi dunia kontruksi jembatan di Indonesia, kata Dirut PT MHP (Musi Hutan Persada) Ir H Joedarsono Djojosoebroto, MMA, Senin (24/1) dalam kunjungan peresmian Gubernur Sumsel, Ir Syahrial Oesman, MM di Desa Teluk Lubuk-Muaraenim.
14 April 2008
Ikan Sepat Laut Hidup di Sungai
Suatu hari saya mendengar percakapan teman saya dengan pegawai pertamina (atau kontraktornya, tidak ada bedanya) dengan bahasa Indonesia seadanya saat mereka sedang mancing di pinggir sungai lematang, yang menarik perhatian saya adalah ketika dia mem-bahasa Indonesia-kan nama sepat siam menjadi sepat laut, bagi orang yang mengerti bahasa daerah sekitar mungkin bisa menangkap maksudnya, tapi bagi orang jawa mungkin timbul pertanyaan “sepat laut kok hidupnya di sungai”.
12 April 2008
Nugal Ngambek Ari
Pertama kali saya ikut nugal ketika disuruh Nyai ikut nugal ngambek ari di ume Mang Romli, sistem ngambek ari seperti arisan, dalam kasus ini Nyai sebagai peserta arisan mendapat undangan dari orang yang mengadakan acara nugal, kalau pada hari yang sama Nyai mendapat undangan dari tiga orang, sangat tidak mungkin Nyai memenuhi ketiga undangan tersebut maka Nyai akan mengirim orang sebagai wakilnya.
Selain kelompok yang tersebut diatas ada juga peserta tak resmi, yaitu para bujang gadis yang mencari pasangan. Biasanya yang punya hajat sengaja mendatangkan keluarga atau teman anak gadisnya dari luar kampung untuk memancing datangnya peserta tak resmi tersebut, semakin cantik gadis tersebut semakin ramai bujang yang datang.
01 April 2008
Motor & Mobil Hangus Tabrakan di Simpang Niru
Minggu, 30 Maret 2008 - 15:24 wib
Arpan Rachman - Okezone
Seorang pengendara sepeda motor Suzuki Smash BG 3112 TD, Atmo (18), warga Desa Kuripan, Kecamatan Rambang Dangku, melaju kencang dari arah Muara Enim menuju Prabumulih. Ia membawa jeriken bahan bakar minyak jenis bensin yang diikat ke boncengan.----------------------
berita ini baru saya baca di okezone cuma judulnya aslinya "Motor & Mobil Hangus Tabrakan di Muara Enim" padahal kejadiannya sangat jauh dari muara enim
karena beritanya baru, hanya saya tampilkan link-nya, takut dimarahin yang punya(okezone)
http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/03/30/1/95982/motor-mobil-hangus-tabrakan-di-muara-enim
Kucing Kurus Mandi di Papan
kucing kurus mandi di papan
mandi di papan lah kayu jati
badan kurus bukan dek makan
kurus karene lah susah ati(♀)
entek entek udang di api
anting anting di dalam payak
lagi kecik lah ndak belaki
nanak secanting lagi lom pacak(♂)
biar belom mandi di unak
asalkan mandi sambil berenang
biar belom pacak betanak
asalkan jadi lah same dengan(♀)
umak umak belikan sagu
aku kepengen makan pek empek
umak umak cakahkan aku
aku nih malak lah tidok dewek(♂)
kalu malak makan pek empek
ambeklah sagu buat tekwan
kalu malak lah tidok dewek
ingatlah dalu peloklah bantal(♀)
alangkeh panjang pengerak ayam
pegi ke lebak ngambek kelepok
tinggallah siti yang kurus panjang
aku mencari yang gemok libok(♂)
betuah nian bunge kelepok
ingat ke tebing lah ratas panjang
betuah nian yang gemok libok
dapat sahilin yang kurus panjang(♀)
jangan ke laut sambil nyemberang
nyemberang payu sambilan mandi
jangan ase sahilin kurus panjang
panjang ini gancang nyudahi(♂)
ulak ke tebing ke sungai due
ke talang maseh lah ke seberang
ulak sahilin anaknye tige
ditengah jalan ndak ngaku bujang(♀)
ndak kemane lah parang panjang
pegi menebang lah batang jering
banyak lah nian denganlah diam
nonton siti tekurus kering(♂)
alangkeh lurus lah kau papan
ndak dibuat lantai jerami
sahilin kurus bukan dek makan
ibarat budak kurang vitamin(♀)
entek entek udang di api
angkul angkul di dalam payak
lah gi kecik ndak belaki
nanak sebakul lagi lom pacak(♂)
sayang ke ume ke paye lacak
padiku abes dimakan burung
aku lah tau dengan dek galak
duetku abes rasan ndak urung(♀)
pucuk pisang dibawah jantung
jantung idak bebuah lagi
biar di tetak biar di pancung
ngapelah dengan ndak ngubah janji(♂)
makmane nian kite ndak mandi
pegi lah mudik ke sungai due
makmane nian kite ndak jadi
aman badan lah sudeh tue(♀)
buah salak didalam jale
alangkeh banyak pisang bejantung
aman dek galak aku dek pule
idaklah buruk barang tegantung(♂)
maseh lah lemak bebuah jagung
padang lah lipas di padang temu
maseh lah lemak buruk tegantung
buruk tekapar dimakan semut(♀)
pegi kelaut mandinye nyelam
pegi nyemberang nak masang bubuh
janganlah dengan salah anggapan
buruk tegantung namenye lampu(♂)
aman jadi ke sungai due
pegi ke ulu lah ke seberang
kalu lah jadi lah same tue
paling banyak ngadu belakang(♀)
alangkeh banyak ikan seluang
ikan seluang banyak paesan
kalu lah ngadu tulang belakang
same beumeh kite dek ngetam(♂)
sangkan laju pegi nyemberang
pegi ke ulu betanam kacang
sangkan laju kite dek ngetam
ari kemarau lah tige bulan(♀)
kucing kurus mandi di papan
mandi di papan lah kayu jati
kalu kemarau lah tige bulan
aman dek benar ngajak nyusahi(♂)
sangkan laju betanam padi
laman bebar panjang sekali
sangkan telaju nyusahi ati
karene beras mahal sekali(♀)
oi makmane care ndak mandi
udang banyak di pinggir tebing
wahai makamne care ndak jadi
utang lah banyak ume lah kering(♂)
------------------
bagi yang ingin mendengarkan silahkan berkunjung ke MP ilmanzuhriyadi(lihat contact)
berdurasi 14:25