Pembauran dari marga Empat Petulai Dangku dan marga Rambang Niru menjadi kecamatan di kabupaten Muara Enim propinsi Sumatera Selatan
21 January 2008
Kamus Rambang Dangku(N-Z)
nakan>anak buah=ponakan, keponakan
nakuk>mantang=nyadap karet, naba
napo=pelanduk(tragulas napu)
nénék>~lanang=kakek, ~betine=nenek; (dibeberapa daerah nenek berarti kakek atau nenek)
ngan>dengan=kamu
ngelatak=ngomong ; kelatakan=omongan
nggok=1) pada; aku ribang nggok dengan=aku cinta padamu 2)walaupun; nggok mahal gi tebeli=walaupun mahal tetap bisa beli
nineng=nenek
ninjai=jinjit
niru=1) alat penampih beras berbentuk perisai 2) nama anak sungai lematang
noto andam=sial!
nyai=nenek(pasangan yai)
O
obak=penjara
ocol=lepas
P
pacak=bisa, cakap
pance=bale bale tempat ngobrol
parak=dekat
payûh=ayo; payuh kesini=ayo kesini
pedie=apa
pekasam=ikan yang dipermentasikan dengan nasi
pembarap=kepala marge
penggawe=kepala dusun masa sistem marga
perne=rajin bekerja
pesirah=kepala pemerintahan marga
pisat=bungsu
pucûk=atas
pupûr=bedak
Q
R
ragi=warna
rampai=sayur
rawai=alat pancing berupa tali nylon yang menyeberang sungai digantungi banyak mata kail
rawang=banjir
reban=kandang ayam; lok ayam belage dalam reban=berkelahi antar saudara sendiri
rebe>hebe=kumpulan bekas ranting/cabang pohon
rempa'=bareng, bersama; balek rempa'an=pulang bersama; nyerempa' ketek=ikut naik perahu motor
renang=1) waras 2) bagus kelakuan
rengas=1) nama pohon 2) penganan dari pisang yang digoreng dengan tepung
ribang>linjang=cinta;ke~an=kekasih
ringkéh=cantik, cinde
rimau>himau=harimau; tabo rimau=serangga seperti lebah besar
runé=pelangi; merune=warna buah hampir matang
rusep=ikan yang difermentasikan dengan tepung beras yang digoreng
S
sangkan=makanya; ~ puteh uleh keli=makanya putih karena bedak krim
sare=1) sulit, susah 2) miskin
sayak=tempurung kelapa (bagian bawah); pegi sayak balek tempurûng=pulang merantau makin rusak/miskin
sawe>ular~=ular sanca, ular sawah
sedût=malas
sejoros=sebentar
sebat=memukul badan dengan benda
sekat=ukuran luas tanah
selat=otot pada belikat/punggung
sembele>semele=sial!; rasan sembele=permintaan maskawin yang aneh-aneh
sepûr=kereta api
serampang=tombak bercabang tiga untuk mencari ikan
sogé=kaya; ~ kaye=kaya raya
sudu=sendok
sudûng=pondok di sawah/kebun
sugu=sisir rambut
sukar=sulit
suku=ukuran berat emas(....gr)
sumang=rindu, kangen
sunti=buah asam yang sudah dijemur
sunûp=sakit panas
supak=miskin; ~ mapet=sangat miskin
surang=sendirian
T
tajûr=jenis pancing yang didiamkan
tarok>tahok=daun muda
tebok=lubang; laen tebok laen benanah=mengerjakan tidak seperti yang diperintahkan
temedak=cempedak;
timbes=menyerempet sasaran, mengenai sisi
tirau>tihau=jamur
tirok>tihok=tombak dari besi untuk mencari ikan
titéh=pelit; peniteh=o. pelit
titék>campak=jatuh, terjatuh
tubo>kite=kita
tujah=tusuk
tunak=tidak bergerak; betunak=berumah tangga
tunggu=huni; penunggu hutan=(makhluk halus)penghuni hutan
tunu=bakar; ketonon=kebakaran, terbakar; nunu=membakar
U
udût=rokok; ngudut=merokok
ulak=bagian sungai yang tenang tapi dalam
ulam=lalap; ulam tarok=lalapan daun muda
umban=jatuh
umang; anak umang=anak yatim;
urak=membuka ikatan
urang>uhang>jeme=orang,
uwék>enggan=tidak mau
V
W
wak=saudara tua dari bapak/ibu
X
Y
yai=kakek(pasangan nyai)
Z
------------
kamus ini diperuntukkan bagi yang ingin mengetahui arti kata yang dijumpai di daerah Rambang Dangku dan sekitarnya. mohon sumbangan dari saudara untuk menambahkan kosakata beserta artinya, kalau bisa beserta peribahasa yang memakai kata tersebut, untuk diterbitkan kamus versi berikutnya
Kamus Rambang Dangku(A-M)
agék>kele>kai=nanti
agok=depan ; dek tekeruan agok=tidak tahu tujuan ; ~an=hadapan
akor=cocok
ale>buyan=bodoh
aman>man=kalau; aman mak itu, aku galak=kalau begitu, saya mau
ambék=ambil
amben=1) gendong; ngamben ambung=membawa keranjang 2) kain untuk menggendong bayi
ambûng=keranjang punggung bertali; ngambungi ayek=perbuatan sia-sia
andai-andai=dongeng
areng=bau yang ditimbulkan jengkol/petai
asak=asal; asak-asak=asal-asalan
aû=ya
awak=badan
ayék=1) air, 2) sungai
ayuk=kakak perempuan
B
baji=rajin bekerja
bakal=jalan
balam>para=karet; cuke para=cuka untuk mengentalkan getah karet
bangar=bau busuk pada air/sumur
batang=MCK berupa rakit dari kayu yang ditambatkan
bebalah=bertengkar
bebat=ikat pinggang
bekarang=mencari ikan
belagak=ganteng
belage=berkelahi
bengkarûng=kadal
bengkuang>kecambang=tumbuhan sejenis pandan besar berduri(pandanaceae)
berayau>médang=jalan-jalan, behayau
beseme=makan dengan malu-malu
besi berani=magnet
besile>ubisile=ubi jalar
betét>gandi=ketapel
biuku=penyu sungai
budi=tipu muslihat
bungaran=perdana, buah pertama; nanas ~=buah pertama dari nanas
buntang=bangkai
buntu=miskin
buri=belakang
C
cagak=tongkat/kayu yang ditancapkan; unjar tecagak perau anyot=maksud tidak kesampaian; ncagak umah=membangun rumah
cak>kakang=kakak laki laki
cak>pecak=seperti
calak=pintar
calok=terasi
cangka=cabang; ~ betet=gagang ketapel
canténg=1) kaleng wadah makanan 2) ukuran kubik menggunakan kaleng susu bekas
cekau=cakar
cengki=mungkin, barangkali
cinde=cantik
cingkok=kera besar, beruk
congko=babi hutan
cupéng=daun telinga; cupeng ambung=tidak mau mendengar nasehat
D
dalah=jangan
dalu=larut malam
dang=1) berhenti; dang nggawekenye=berhenti mengerjakannya ; ~lah=jangan 2) sedang ; dang ngape dengan tadi=sedang apa kamu tadi
dekde>dide=tidak
dem>sudem=sudah
denang>bedenang=berenang
dengan>ngan=kamu, kapedengan
déwék=sendiri
duare>duahe=pintu
due=dua
E
enggan>uwék=tidak mau
erok>kerok=ribut
empai=barusan
F
G
gancang>gagah=cepat
garang=teras rumah
gawang=1) longgar, 2) kaya
gegah=bugar, sehat
genah=mewah
gi=masih; gi ndak>gindak=masih mau; gi ade=masih ada
goco>guco=tinju
gondang>kembuai=keong sawah
H
I
idapan=penyakit
ige=terlalu; besak ige=terlalu besar
ijat=biji; sijat=satu biji
ije=usaha; ber~=berusaha
ikok=ekor; sikok=satu ekor
ilok>lemak=enak
inggût=gerak; ber~=bergerak
J
jambat=.....
jeramba=jembatan besar
jeréng=jengkol
jerok=tempoyak, fermentasi daging buah durian
K
kalangan=pasar tradisional sekali sepekan
kapedengan>merengan=kalian
karoan=sesuatu yang ditandai untuk ditunggu sampai siap diambil
katek>dék katek=tidak ada
kebual=pipi
kecol=meleset, tidak kena sasaran
kedat=rasa mempur pada ubi
kejam=berani
kelambét=kelelawar
kele>agék>kagék>=nanti
keleman=gelap; ~ burat=gelap gulita
kelepéh>kelepih=dompet
kelépok=teratai
keluang=kalong, kelelawar besar pemakan buah
kembuai>kelembuai=keong sawah besar hitam
kerét=capek
keréte=sepeda
keriye>keriyo=kepala desa masa sistem marga
ketam=1) kepiting 2) anai-anai, alat pemotong tangkai padi
keténg=kaki
kinak=lihat
kintang>bekintang=mencari nafkah; pekintangan=mata pencaharian, pekerjaan
kudok=golok
kujût=ikat
kulak=ukuran isi beras
kupék=bayi
L
ladeng=pisau
lamban=jembatan jalan setapak
lanju>belanju=mampir;
laût=bagian tengah(dalam) sungai
lekap; katek lekap>dek belekap=tidak ada untungnya
lempedan=jendela
ligat=putar; meligat tapi idak munam=tidak gesit, kerja malas-malasan
lindap=teduh; keujanan belindap di buloh=bergantung pada akar lapuk
lok>lolok=seperti
lokak=peluang
lûm=belum
M
majo=makan
malak=bosan
mandag=berhenti
mandok=membakar lahan yang sudah ditebangi pohonnya untuk ditanami lagi
maré=hama; idak be~=tidak ada yang ditakuti
melinti-linti>kemelinti=berkeliaran
mengas=terengah-engah
merjake=pacaran, ngapel
midang>medang=jalan-jalan, berayau
mpai>empai=barusan
mual=lumayan
mudek=ke hulu(berenang, berperahu, berjalan)
mure=ular phyton
mutûng=gosong
18 January 2008
Batak keluar
Pertama kali Bonaga datang di terminal Prabumulih, mencari taksi jurusan Lahat seperti yang diterangkan dalam surat pamannya, namun Bonaga tidak menemukan mobil sedan yang ada hanya angkutan umum biasa, tak mau menunggu Bonaga langsung naik bis yang sudah agak penuh.
”batak ke pucuk!”,
teriak kondekturnya sambil menunjuk ke atas, akhirnya Bonaga naik keatap bis membawa tas besarnya.
Tak berapa lama, bis berhenti untuk menurunkan penumpang.
”batak ke dalam!”,
teriak kondekturnya lagi, Bonaga pun turun dan masuk kedalam bis.
Ketika ada penumpang baru datang, kondektur itu berteriak kepada temannya
”batak ke dalam!”,
”dasar tukang perintah, apa dia tidak melihat saya sudah di dalam dari tadi”
”batak keluar!”,
”yang benar saja, bang!, kau suruh aku ke atas aku turuti, kau suruh aku kedalam aku turuti, sekarang masak kau suruh aku keluar sedangkan aku belum sampai”
*taksi=angkutan umum
**batak=bawa(lahat dsk)
11 January 2008
Rusip dan Pekasam
Rusip adalah ikan yang difermentasikan dengan garam dan tepung dari beras yang sudah di sangrai(goreng tanpa minyak), disimpan dalam tempayan/guci yang ditutup sangat rapat untuk menghindari masuknya telur lalat yang akan menjadi belatung didalam tempayan tersebut, hasilnya rusip hampir tidak ada bentuk ikan lagi melainkan seperti cairan hitam.
Sedangkan pekasam adalah ikan yang difermentasikan dengan garam dan nasi putih, juga disimpan dalam tempayan yang ditutup sangat rapat, berbeda dengan rusip, pekasam masih terlihat bentuk ikannya hanya saja tulangnya lebih lunak namun ketahanannya kalah dibandingkan rusip yang bisa tahan berbulan-bulan.
Dulunya jenis pengawetan ikan ini dipakai ketika ikan sedang melimpah, misalnya musim bekarang saat musim kemarau maupun musim banjir, sedangkan jalur distribusi masih lambat sehingga saat ikan melimpah harganya jatuh.
Sekarang ini sangat jarang orang membuat rusip atau pekasam, disebabkan ikan tangkapan mulai berkurang seandainyapun pada saat ikan melimpah, karena distribusinya bisa lebih cepat harga ikan tidak jatuh sehingga orang lebih baik menjualnya daripada membuat rusip atau pekasam.
Berbeda di Bangka Belitung, rusip malah dijadikan oleh-oleh khas daerah dengan cara di kemas dalam botol bekas air minum kemasan, sedangkan pekasam menjadi oleh-oleh khas perak malaysia
07 January 2008
Sendratari Putri Dayang Rindu
Duta besar dari 9 negara di antaranya Bosnia, Jepang, Singapura, Malaysia, Amerika Serikat dan beberapa negara lain membuktikan bahwa legenda masyarakat Kabupaten Muara enim Sumatera Selatan ini pun patut menjadi tontonan internasional.
Sinopsis Putri Dayang Rindu
alkisah zaman dahulu dikenal seorang putri cantik dari Tanjung Iran Niru yang bernama Dayang Rindu. Putri ini merupakan cucu dari orang yang disegani dan dihormati yaitu Rie Carang. Dayang Rindu yang digambarkan berambut panjang bak mayang terurai ini menjalin cinta dengan jejaka tambatan hati yaitu Naring Cili yang terkenal sakti dari Dusun Galang Tinggi.
03 January 2008
Tahun Baru di Kebun Durian
Yang dimaksud rame adalah pohon buah yang ditanam oleh orang tua, kakek atau puyang yang sudah meninggal sehingga kepemilikannya bersama-sama satu keturunan, dalam kasus ini kebun durian tersebut milik A. Sahib kakeknya Bakrin, pembagiannya diatur semua anak A. Sahib mendapat giliran menunggu kebun tersebut, sedangkan jatah wak Kamran yang tinggal di Muara Enim diantar.
Berangkat sore hari menggunakan perahu, karena kebun tersebut berada di seberang kampung masuk wilayah Pangkalan Babat, menurut dugaan saya, puluhan tahun yang lalu kebun tersebut mungkin berada dalam wilayah baturaja namun karena aliran sungai lematang selalu berubah hingga membela desa Baturaja, berdasarkan fakta adanya lematang putus didekat kebun durian tersebut dan banyaknya kebun orang baturaja disekitarnya.
Malamnya kami berdua dengan ditemani radio kecil, mulai memungut satu persatu durian yang jatuh dari pohonnya, mengikuti suara yang ditimbulkan saat buah durian yang jatuh menghantam tanah, sesekali membuka durian untuk dimakan sebanyak kami mau, tapi semakin malam mulai malas memunguti durian yang jatuh, selain karena saat itu memang lagi hujan, suasana kebun juga semakin menyeramkan, akhirnya setelah kenyang dan mengantuk kamipun tidur.
Dini hari saya dibangunkan Bakrin, karena dia baru saja melihat sepasang mata yang bersinar terkena sorotan lampu senter, saya langsung teringat cerita tentang Raden sang manusia harimau yang senang makan durian, kami hanya diam di dalam sudung tanpa tahu apa yang harus dilakukan, saat binatang tersebut agak mendekat sudung, kami mulai tenang karena walaupun tidak kelihatan jelas, tapi kami tahu kalau itu bukan harimau atau binatang buas lainnya melainkan napo atau kijang.
Keesokan pagi, setelah mengumpulkan semua durian jatuh yang belum sempat kami ambil semalam, kami pulang dengan membawa satu perahu durian, dan saya tidak menyangka setelah menghabiskan durian semalaman, saya masih diberi lagi satu ambung durian.
Memang kami tidak punya durian rame, jadi mendapat durian gratis adalah anugerah. Selain ikut dengan Bakrin menunggu durian kakeknya yang masih saudara nyai saya, saya juga pernah menunggu kebun durian milik saudara nyai di Gunung Raja, namun karena waktu itu saya masih kecil, saya cuma tidur sehingga tidak ada cerita yang seru selain makan durian gratis tentu saja.
22 December 2007
Jeruk Kecut
”mau beli apa pak?” sapa mang Toha ramah.
”mau beli jeruk, berapaan sekilonya?” jawab pembeli sambil balik nanya.
”murah pak, cuma tujuh ribu sekilo, bapak mau berapa kilo?” sahut mang Toha sambil mengeluarkan kantong asoi(kresek) dari saku celananya.
”tiga kilo aja mang,!” jawab si pembeli.
Dengan gesit mang Toha pun mulai membantu pembeli memilih jeruk sambil menyiapkan dacing, setelah dirasa cukup kemudian ditimbang.
Selagi mang Toha menimbang, si pembeli iseng nanya
Tak disangka, mang Toha dengan emosi yang meledak membentak pembeli
”raih(muka) kau kecut..!, kamu lihat sendiri dan kamu yang pilih sendiri, jeruk segar begini kau bilang kecut...ha!!”
Setelah itu mang Toha mengeluarkan jeruk yang sudah di dalam kantong asoi.
Si pembeli yang ternyata orang sunda ini bengong, sambil melangkah pergi(tanpa jeruk tentunya) dia bergumam
”apanya yang salah..!??”
*kecut=asem(sunda), keriput/ tidak segar(prabumulih dsk)
*dacing=timbangan
-------------------------
dikirim oleh Abu Bakrin via SMS, alumnus SMP gerinam angk.1990-1993(namun tidak terlibat kasus ngerawan), bapak dari Naila ini sedang menyelesaikan S1 dan bekerja pada instansi pemerintah di prabumulih.
13 December 2007
Gara-gara Kayu Ngerawan
Hari senin saat murid yang lain membawa kayu, Yus, Anto dan Majid cuma membawa parang sambil mengolok-olok temannya yang susah-susah membawa kayu dari dusun yang jauh, rencananya mereka bertiga akan mencari kayu di hutan dekat sekolah.
Saat istiarahat, melihat kayu yang mereka bawa dipisahkan dari tumpukan kayu lain, dengan bangga Yus berkata :
“lihat tuh, cuma dengan modal parang, kami akan mendapatkan nilai besar karena membawa kayu yang bagus, lurus-lurus lagi”.
Tak lama berselang, terdengar suara Pak Sushadi lewat speaker :
“barang siapa yang membawa kayu yang diletakkan di depan TU, harap berkumpul di ruang Kepala Sekolah”.
Keluar dari ruang Kepsek, wajah ketiganya tampak lesuh, ternyata kayu yang mereka ambil adalah jenis ngerawan yang masih sebesar lengan, kalau sudah besar harganya mahal sekelas kayu jati.
12 December 2007
Kedurok dan Kerebunting

family Myrtaceae, disebut juga downy rosemyrtle, Ceylon hill cherry, putiknya seperti putik jambu yang menyerupai cotton bud, bunganya sama persis dengan bunga m. malabathricum, namun saya belum tahu namanya dalam bahasa setempat
2. Melastoma Malabathricum

family Melastomatacease, disebut juga senduduk ungu, straits rhododendron, karamunting, dan di baturaja disebut kedurok, daunnya memanjang, buah yang matang berwarna ungu gelap memecah kulit buah yang menyerupai mahkota, sering diambil cabangnya untuk cangka betet(gagang ketapel).
3. Melastoma Sanguineumfamily Melastomatacease, disebut juga senduduk hitam, dark blueberry, hairy clidemia, keremunting, dan di baturaja disebut kerebunting, daunnya agak bulat berbulu, buahnya yang matang biru gelap berbulu rasanya manis meninggalkan warna seperti tinta di lidah
Dari pada salah obat, saya sengaja tidak menyebut khasiat dari karamunting, karena saya tidak tahu yang dimaksud penulis itu m. malabathricum atau m. sanguineum, tapi yang pasti bukan rhodomyrtus tomentosa.
06 December 2007
Ikan Tapa memang (pernah) ada
Aryanto :
... ada artikel tentang Ikan Arapaima Gigas. Ikan tawar terbesar di dunia dari Sungai Amazon. Dan disebut pula, yang bisa menjadi saingan secara ukuran adalah Ikan Lele Sungai Mekong (Thailand) dan Ikan Tapa (Indonesia), Saya jadi ingat.. kalau pas mancing di pedalaman Sungai Batanghari, menurut penduduk setempat ada ikan raksasa yang disebut Ikan Tapa, Konon ikan itu yang mbaurekso daerah setempat. Dan, konon kalau ikan ini menyabitkan ekornya mampu menenggelamkan perahu saking besarnya...Beberapa bulan yang lalu, di Jambi juga gempar karena seorang pemancing berhasil mendapatkan Ikan Tapa seberat 42 kg di daerah Aur Duri….
Roel :
….Ikan Tapah hidup di sungai yang besar, dengan dasar sungai yang berlumpur dan air yang mengalir dengan perlahan. Ikan ini amat lembap dan biasa menyembunyikan diri di dalam lubang-lubang yang terdapat di tebing sungai dan terusan atau mengekalkan diri di dasar sungai untuk mencari makanan.Ikan Tapah adalah pemangsa yang kuat makan. Makanan untuk ikan dewasa termasuk ikan yang lebih kecil, krustasia, dan moluska, manakala anak ikan biasanya makan
Abrisam :
…Ikan tapah nama latinnya kalau tidak salah Wallago Leerie. bentuknya sperti ikan lele dan memiliki gigi yg tajam. Di sentra ikan hias barito kayaknya ada toko yg jual. …
Bh3t0x :
Semasa saya kecil di Palembang pernah melihat orang membawa seekor ikan dengan gerobak dorong dengan bobot kurang lebih 60-100 kg yang akan dibawa menuju pasar ikan. Ketika kutanyakan ikan itu disebut masyarakat dengan nama ikan Tapah. Bentuknya mirip dengan lele, tapi lebih mendekati dengan jenis ikan Lais…
Audi :
...bentuknya hampir sama dengan ikan patin tapi warnanya agak hitam belang kecoklatan, ntar kalo saya kepasar kalo ada yang besar akan saya foto buat mas aryanto, terakhir di sungai musi mendapatkan ikan tapah seberat 250 kg kira2 tahun 1998 bertepatan setelah jatuhnya pesawat singapore airland di s. musi
Pada posting lama(musim bekarang), saya pernah menyebut ikan tapa yang terakhir saya saksikan seberat 11 kg, ternyata kalau dibaca dari forum diskusi tadi ikan tapa seberat itu mungkin masih bayinya.
04 December 2007
Ikan Mudik sampai Langsatan
Pada saat banjir mulai datang, ditandai dengan banyaknya dijumpai tai belande(buih berwarna coklat) mengapung terbawa arus sungai lematang yang sangat deras, ibu-ibu mulai menyiapkan tangkul untuk menangkap ikan mudik, istilah tersebut yang pasti bukan ikan yang ingin berlebaran ke kampung asalnya, melainkan karena ikan-ikan tersebut hanya ada saat menjelang banjir dan berusaha berenang ke hulu(mudik).
Ikan mudik bukanlah nama satu jenis ikan tetapi kumpulan berbagai jenis ikan berukuran kecil, seperti langli, langkecobang, yang ukurannya tidak lebih besar dari touge(kecambah), saking kecilnya dalam memasaknya tidak perlu dikeluarkan isi perutnya, cukup digoreng dengan tepung seperti bakwan.
Begitupun petani, berangkat ke sawah tidak lupa membawa bubuh(perangkap ikan dari dari bambu), bagian berlobang yang semakin menciut didalam ditempatkan dibagian hilir dari aliran air supaya ikan yang berenang ke hulu masuk dalam perangkap.
Yang paling menyenangkan saat luapan sungai lematang sampai ke gorong-gorong di depan sawah milik yai(kakek), karena yai sudah menyiapkan langsatan yaitu perangkap ikan yang ditempatkan pada aliran air yang deras yang bentuknya hampir menyerupai gorong-gorong itu sendiri hanya saja tidak ada bagian atas dan terbuat dari bambu yang bagian lantainya dibuat menanjak ke ujung.
Saya bersama sepupu yang lain bergantian menunggu ikan yang tertangkap langsatan, seperti yang pernah saya ceritakan dalam Musim Bekarang, yai punya peraturan kalau dapat ikan yang besar harus dimasukan korongan(kurungan ikan) yai, selebihnya silahkan dibagi.
Langsatan yang dipasang pada batangari ukurannya lebih besar lagi, karena membutuhkan biaya besar biasanya diusahakan secara patungan, karena hasil yang didapat pun fantastis.
Namun karena cara kerjanya yang memanfaatkan arus yang deras, langsatan tidak akan mendapat hasil kalau air(banjir) naiknya perlahan karena arus yang ditimbulkan tidak terlalu deras, artinya kerugian bagi pengusaha langsatan besar.
01 December 2007
Menanggapi Komentar via SMS
- Kalau menurut saya banyak bahasa dusun baturaja yang dipakai tidak eksis, misalnya penakuk balam seharusnya penabah balam.
- Dalam cerita Dayang Rindu (DR) ada yang tidak sinkron antara sumpah DR yang menikah dengan bujang banuayu dengan fakta Fajri bujang baturaja yang beristrikan gadis banuayu.
- Sebutan jeme rambang seharusnya uhang rambang karena jeme adalah bahasa lubai atau pagaralam dan sekitarnya.
Karena comment dari blogger tidak tampil di layar HP, maka saya tanggapi melalui posting, supaya bisa dibaca melalui internet mobile :
- penabah balam sebenarnya kata bentukan dari nakuk balam yang disingkat menjadi naba yang hanya digunakan di baturaja, saya juga tidak menggunakan kata mantang yang dipakai di siku sampai tanahabang.
- kalau dibaca lagi sumpah DR berlaku dua arah, bisa bujang baturaja dengan gadis banuayu atau gadis baturaja dengan bujang banuayu, sebenarnya Fajri bukan orang pertama yang mementahkan sumpah DR, ibu saya menceritakan kisah DR sambil mencontohkan keluarga Darno yang mempunyai anak perempuan walaupun istrinya dari banuayu, menurut sebagian orang sumpah DR pupus setelah melewati beberapa generasi.
- untuk bahasa rambang memang Bakrin lebih jago dari saya, tapi saya akan lebih senang lagi kalau yang mengomentarinya dari jeme eeh..uhang rambang sendiri.
Bakrin juga berjanji akan mengirimkan beberapa cerita atau humor, kita tunggu saja ceritanya tapi supaya diingat bahasa yang digunakan tetap bahasa indonesia, karena pembacanya belum tentu mengerti bahasa kita